Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, BANDA ACEH - Saat ini sebanyak 40 kamera CCTV sudah tersambung dengan kabel optik ke layar monitor command center room di Banda Aceh Madani Center. CCTV itu akan diperuntukkan untuk memantau sejumlah ruas jalan dan tempat keramaian publik di kota Banda Aceh selama 24 jam.

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Senin (24/10) meresmikan fasilitas pemantauan itu bersama gedung Banda Aceh Madani Center yang berada di Kompleks Dishubkominfo Banda Aceh. Peresmian itu disaksikan Ketua DPRK, Arief Fadillah, dan Kepala Dishubkominfo, Muzakkir Tulot.

Illiza mengatakan, secara keseluruhan kamera CCTV yang tersebar di dalam kota Banda Aceh mencapai 100 unit. Namun saat ini masih 40 kamera yang terhubung secara optik dan dapat diawasi secara langsung oleh petugas di Madani Center.

Tempat-tempat yang sudah terpantau CCTV yaitu ruas jalan protokol seperti Jalan Daud Beureueh, Jalan Panglima Polem, Jalan Pocut Baren, Pasar Peunayong, Taman Sari, perkantoran dan sejumlah fasilitas publik dan objek wisata di Banda Aceh.

“Madani Center untuk mengoptimalkan pelayanan masyarakat seperti mengawasi lalu lintas, ketertiban pasar, kebersihan, serta membantu penegak hukum dalam penyelidikan kasus hukum,” ujar Illiza.

Dengan kamera kontrol itu, ia juga dapat memantau aktivitas dan kinerja petugas di lapangan dalam memberikan pelayanan ke masyarakat. Ia melanjutkan, ke depan Pemko Banda Aceh berkomitmen terus menambahkan jumlah kamera CCTV. Sehingga semua sudut kota Banda Aceh akan terpantau melalui Madani Center. Tujuannya agar keberadaan fasilitas itu akan memberi kemudahan bagi Pemko Banda Aceh dan Masyarakat.

Kepala Dishubkominfo Banda Aceh, Muzakkir Tulot mengatakan, ke depan akan terus menambahkan jumlah kamera dan memperluas jaringan kabel optik di Banda Aceh. Rencananya semua fasilitas publik akan memiliki kamera pengawasan. Bahkan data rekaman aktivitas kota yang terekam dapat dimanfaatkan oleh pemerintah, swasta, universitas, dan para peneliti.
Muzakkir menjelaskan, gedung itu dibangun selama dua tahun yaitu 2015-2016 dengan menghabiskan biaya sekitar Rp 8,5 miliar. Fasilitas yang tersedia yaitu media center, control room, serta ruang penyimpanan data.

Selain itu, kemarin di tempat yang sama Wali Kota juga meresmikan pemanfaatan fasilitas baru Terminal Mobil Barang (Mobar) di Santan dan Terminal L-300 Luengbata. Fasilitas tersebut berupa mushalla, toilet, doorsmer, loket hingga perawatan lantai. [] aceh.tribunews.com

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.