Dilihat 0 kali

TamiangNews.com, KUALASIMPANG - Bupati Aceh Tamiang, Hamdan Sati mengingatkan warga Aceh Tamiang bersiaga mewaspadai potensi bencana banjir pada musim hujan akhir tahun ini.

Mengingat tingginya curah hujan dan pengalaman sebelumnya, dimana Tamiang beberapa kali mengalami banjir besar dalam siklus 10 tahunan.

“Aceh Tamiang dilanda banjir bandang awal tahun 1996 dan akhir tahun 2006, sehingga telah menjadi siklus setiap 10 tahun. Akibat tingginya curah hujan,” kata Hamdan Sati, Selasa (25/10).

Berdasarkan pantauan BMKG Aceh, pada Agustus sampai September 2016, Aceh Tamiang mengalami peningkatan curah hujan, terutama di Kecamatan Bandar Pusaka dari 212 mm menjadi 357 mm.

Begitu juga di kecamatan Kejuruan Muda dari 64 mm menjadi 135 mm, Kecamatan Seruway dari 35 mm menjadi 298 mm, begitu juga di Kecamatan Karang Baru, dari 87 mm menjadi 283 mm.

Sementara pada Oktober, curah hujan terus meningkat. Hampir setiap sore sampai malam hari, wilayah Tamiang diguyur hujan lebat yang berdampak terganggunya aktivitas warga.

“Saya instruksikan kepada BPBD Aceh Tamiang juga meningkatkan kesiapsiagaannya terhadap potensi bencana banjir yang sewaktu-waktu dapat melanda kabupaten ini,” ujarnya.

Kenaikan muka air sungai yang paling diwaspadai, yakni Sungai Tamiang karena merupakan muara dari beberapa sungai dari Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Timur. Hal ini membuat air di Sungai Tamiang sering meluap secara tiba-tiba dan tidak terbendung.

Apalagi kondisi hutan di sepanjang jalur sungai juga sudah banyak dirambah atau berubah fungsi menjadi perkebunan.

Jika curah hujan terus meningkat, terutama di bagian hulu, dikhawatirkan banjir bandang yang pernah terjadi tahun 2006 akan terulang kembali pada tahun 2016 ini. [] tribunnews.com, foto : ilustrasi

Comments
0 Comments

Posting Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.